Hubungan Puasa dengan Kesehatan

Puasa merupakan salah satu rukun islam yang dilaksanakan oleh kaum muslimin di seluruh dunia. Allah SWT telah mewajibkan kepada kaum yang beriman, sebagaimana telah diwajibkan atas kaum sebelum Muhammad SAW. Sedang kewajiban puasa dalam islam mempunyai aturan yang berbeda dari puasa kaum sebelumnya, baik dalam tata cara dan waktu pelaksanaan.

Sedangkan cara terminologi, puasa adalah menahan dari hal-hal yang membatalkan puasa dengan disertai niat berpuasa. Sebagian ulama mendefinisian, puasa adalah menahan nafsu dua anggota badan, perut dan alat kelamin sehari penuh, sejak terbitnya fajar kedua sampai terbenamnya  matahari dengan memakai niat tertentu.

Pengaruh mekanisme puasa terhadap kesehatan jasmani  meliputi berbagai aspek kesehatan, di antaranya yaitu : 

  • Memberikan kesempatan istirahat kepada alat pencernaan. Pada hari-hari ketika kita sedang berpuasa, alat pencernaan di dalam tubuh bekerja keras, oleh karena itu sudah sepantasnya alat pencernaan di beri istirahat.
  • Membersikan tubuh dari racun dan kotoran (detoksifikasi). Dengan puasa, berarti membatasi kalori yang masuk dalam tubuh kita sehingga menghasilkan enzim antioksidan yang dapat membersikan zat-zat yang bersifat racun dan karsinogen dan mengeluarkannya dari dalam tubuh.
  • Menambah jumlah sel darah putih. Sel darah putih berfungsi untuk menangkal serangan penyakit sehingga dengan penambahan sel darah putih secara otomatis dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
  • Menyeimbangkan kadar asam dan basa dalam tubuh.

  • Memperbaiki fungsi hormon, meremajakan sel-sel tubuh.

  • Bagi penderita yang mempunyai tinggi kolestro, tringliserida, saat berpuasa tubuh akan menggunakan lemak yang tersimpan berlebihan dalam tubuh, yang akhirnya kadar lemak dalam tubuh akan menjadi normal.
  • Bagi penderita dengan gangguan saluran cerna, berpuasa akan menyehatkan sistem pencernaan. Di waktu puasa, lambung dan sistem pencernaan akan istirahat selama lebih kurang 12 sampai 14 jam, selama lebih kurang satu bulan.
  • Bagi penderita obesitas atau kegemukan, puasa dapat mengurangi berat badan berlebih. Karena puasa dapat menghilangkan lemak dan mengeluarkan kalori yang berlebih.
  • Puasa dapat meningkatkan kesabaran. Karena adanya perbaikan fungsi hormon yang mempengaruhi tubuh untuk menjadi stabil, tenang dan nyaman.
  • Puasa dapat meremajakan sel-sel tubuh. Karena pada saat berpuasa organ tubuh berada pada posisi rileks, sehingga mempunyai kesempatan untuk mempengaruhi sel-selnya, sebagaimana saat kita beristirahat atau tidur.
  • Puasa memberikan rangsangan terhadap seluruh sel, jaringan dan organ tubuh. sehingga akan menghasilkan, memulihkan, dan meningkatkan fungsi organ sesuai fungsi fisiologisnya.
  • Meningkatkan fungsi organ tubuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You must be logged in to post a comment.