Pengertian dan Contoh Kalimat Majemuk Bertingkat

Pengertian dan Contoh Kalimat Majemuk Bertingkat Sepertinya.com – Adapun perngertian dari kalimat majemuk bertingkat adalah Kalimat yang hubungan pola-polanya tidak sederajat. Salah satu pola menduduki fungsi lebih tinggi dari pola lain. Bagian yang lebih tinggi disebut induk kalimat, bagian yang lebih rendah disebut anak kalimat.

Pengertian Kalimat Majemuk Bertingkat diatas memang sudah benar adanya maka daripada itu untuk melanjutkannya anda perlu beberapa contoh yang memang sangat signifikan untuk anda pelajari di dalam ilmu sastra bahasa indonesia yang ada.

Contoh Kalimat Majemuk Bertingkat

Anak kalimat yang menduduki fungsi inti (subjek atau predikat)

Contoh:Yang harus menyelesaikan pekerjaan itu telah meninggal dunia sehari yang lalu.Yang harus menyelesaikan pekerjaan itu adalah anak kalimat yang menduduki fungsi sebagai subjek.

Anak kalimat yang menduduki fungsi tambahan

Sebagai pelengkap

Contoh:

  • Ia tidak mengetahui bahwa kami telah pergi meninggalkan Kampung Banda Gadang selama-lamanya.
  • PT Yura Islami Internasional telah menganugerahkan sepuluh ribu rumah kepada para fakir miskin yang telah terbukti dan teruji menjalani hidup dalam kejujuran dan keimanan.
1. Kalimat majemuk hubungan waktu, Kalimat majemuk ini ditandai oleh konjungsi sejak, sewaktu, ketika, setelah, sampai, manakala, dan sebagainya.

Contoh :

a. sejak saya masih sekolah SD, ibu saya sudah mengajar di sana.

b. Sewaktu kakek datang kerumah, ayah sedang pergi ke kantor.

c. Manakala ibu datang, saya sedang sibuk dengan hewan piaraan saya.

2. Kalimat majemuk hubungan syarat

Kalimat maemuk ini ditandai oleh konjungsi jika, seandainya, andaikan, asalkan, apabila.

Contoh :

a. Jika saya lulus nanti, ayahku akan memberikan saya hadiah.

b. Kami akan segera berangkat, seandainya hujan tidak turun begitu derasnya.

c. Hatiku bertambah ciut apabila aku teringat bahwa aku yang tertua.

3. Kalimat majemuk hubungan tujuan

Kalimat majemuk ini ditandai oleh konjungsi agar, supaya, biar.

Contoh :

a. Saya harus belajar sungguh-sungguh agar saya bisa naik kelas.

b. Kakak bercerita tentang harapannya supaya aku memiliki pekerjaan yang lebih layak.

c. Saya bekerja sampai malam biar anak saya dapat melanjutkan sekolahnya.

4. Kalimat majemuk hubungan konsesip,

Kalimat majemuk ini ditandai oleh konjungsi walaupun, meskipun, biarpun, kendatipun, sungguhpun.

Contoh :

a. Walaupun hatinya sangat sedih, ia tak pernah menampakannya di hadapan ayahnya.

b. Hidup harus terus berjalan, meskipun banyak cobaan yang menghadang.

c. Perjuangan berjalan terus, kendatipun musuh terus bergerak menyerang.

5. Kalimat majemuk hubungan perbandingan,

Kalimat majemuk ini ditandai oleh konjungsi daripada, ibarat, seperti, bagaikan, laksana, sebagaimana, alih-alih.

Contoh :

a. Daripada hanya berdiam diri dirumah, lebih baik membantu orang tua di sawah.

b. Bu santi menyayang semua

anak asuhnya seperti beliau menyayang anaknya sendiri.c. Perbedaan yani dan kakaknya bagaikan langit dan bumi.

6. Kalimat majemuk hubungan penyebaban,

Kalimat majemuk ini ditandai oleh kkonjungsi sebab, karena, oleh karena.

Contoh :

a. saya mengundurkan diri dari perusahaan, sebab saya ingin melanjutkan kuliah saya.

b. Karena dua hari tidak masuk kantor, kakak mendapat surat teguran dari atasannya.

7. Kalimat majemuk hubungan akibat,

Kalimat majemuk ini ditandai oleh konjunggsi sehingga, sampai-sampai, maka.

Contoh :

a. Andi menarik tali itu terlalu keras sehingga talinya putus.

b. Kakak berjalan terburu-buru sampai-sampai tidak menghiraukan ada motor didepannya.

8. Kalimat majemuk hubungan cara,

Kalimat majemuk ini ditandai oleh kata penghubung dengan.

Contoh :

a. Dengan cara menggendongnya, ibu itu menenangkan anaknya yang menangis.

b. Dengan alat seadanya, ia berusaha membuka koper itu.

9. Kalimat majemuk hubungan sangkalan,

Klimat majemuk ini ditandai oleh konjungsi seolah-olah, seakan-akan.

Contoh :

a. Suasana didalam rumah sangat gaduh, seolah-olah ada seratus orang didalamnya.

b. Daritadi dia hanya diam saja, seolah-olah tidak tahu apa yang sedang terjadi.

10. Kalimat majemuk hubungan kenyataan,

Kalimat majemuk ini ditandai oleh konjungsi padahal, sedangkan.

Contoh :

a. Para murid sudah datang daritadi, sedangkan belum satu gurupun yang datang.

b. Adik menangis sangat keras, padahal hanya digigit semut.

11. Kalimat majemuk hubungan hasil

Klimat majemuk ini ditandai oleh konjungsi makanya.

Contoh :

a. Hujannya sangat deras, makanya sungai diseberang rumah meluap.

b. Lantainya sangat licin, makanya kakak terpeleset.

12. Kaimat majemuk hubungan penjelasan

Kalimat majemuk ini ditandai dengan kata penghubung bahwa, yaitu.

Contoh:

a. Ayah menjelaskan kepada ibu, bahwa hari ini ayah akan pulang terlambat.

b. Ayah telah memanen pohon pisang, yaitu dengan parang yang tajam.

13. Kalimat majemuk hubungan atributif

Kalimat majemuk in ditandai dengan konjungsi yang.

Contoh :

a. Orang yang duduk disebelah ibu itu adalah kaka dari ayah.

b. Bibi yang bekerja di jakarta itu, sedang menderita sakit kanker.

contoh kalimat majemuk bertingkat lainnya

1. Anak Kalimat Sebagai Inti

Anak kalimat ini menduduki fungsi sebagai Subjek atau predikat di dalam suatu kalimat.
Contoh:
yang akan membantu pekerjaannya telah pergi untuk waktu yang sangat lama.
Induk kalimat = Dia telah pergi untuk waktu yang sangat lama.
Anak kalimat = yang akan membantu pekerjaannya.

2. Anak Kalimat Sebagai Tambahan

Anak kalimat ini menduduki fungsi sebagai tambahan di dalam kalimat baik berupa Pelengkap maupun berupa keterangan.
a. Anak kalimat sebagai pelengkap
Contoh:
Dia telah memberikan hartanya kepada yang membutuhkan.
b. Anak kalimat sebagai keterangan
Contoh:
Ayahku sudah bekerja di Bank itu semenjak aku masih kecil.
Kalimat majemuk bertingkat di kelompokan menjadi 10 macam jenis yaitu:

1. Kalimat Majemuk Urutan Waktu

Kalimat ini dicirikan dengan konektor yang berupa “ketika, saat, waktu itu, kala itu, sebelum, sesudah dan lain-lain”.
contoh:
Saya sudah pandai bernyanyi sejak kecil
Ayahku pulang dari Jakarta saat malam hari tiba.
Ibuku memintaku untuk cepat pulang sebelum hujan turun.

2. Kalimat Majemuk Atributif

Kalimat majemuk ini dihubungkan dengan konektor “Yang”.
contoh:
Gadis yang berambut panjang itu adalah teman baik ku di kelas

3. Kalimat Majemuk Bertingkat Penjelas

Kalimat ini dicirikan dengan kata hubung “bahwa”
contoh:
Hasil ujiannya yang bagus menunjukan bahwa dia anak rajin.
Advertisement

4. Kalimat Majemuk Sebab Akibat

Kalimat ini mempunyai konektor berupa “Oleh karena itu, Sehingga, makanya”
contoh:
Ani selalu menolong orang lain oleh karena itu dia sangat disayangi.

5. Kalimat Majemuk Pengandaian

Kalimat ini ditandai dengan konektor “Seolah-olah, sepeti, seakan-akan, dll”
contoh:
Dia bertindak seolah-olah pemilik restoran itu

6. Kalimat Majemuk Bertentangan dengan Kenyataan

Kalimat ini dihubungkan dengan konjungsi berupa “Padahal, Kenyataanya dll”
contoh:
Dia sangat kurus padahal makannya banyak.

7. Kalimat Majemuk Hubungan Cara

Konjungsi seperti “dengan, menggunakan dll” menggabungkan 2 klausa pada kalimat majemuk.
contoh:
Dia belajar Bahasa Indonesia dengan sangat serius.

8. Kalimat Majemuk Perbandingan

Klausa-klausa pada kalimat ini digabungkan oleh konjungsi berupa “ibarat, dari pada, dll”
Dia bernyayi sangat indah ibarat penyanyi aslinya.

9. Kalimat Majemuk Hubungan Tujuan

Kalimat ini digabungkan dengan konjungsi berupa “Agar, Supaya, dll”
contoh:
Andi mengunci pintu rumahnya dengan sangat rapat agar tidak terjadi kemalingan.

10. Kalimat Majemuk Bersyarat

kalimat ini memiliki klausa “seandainya,Jika, dll”
Contoh:
Aku akan pergi ke bali seandainya aku kaya.

 

Pengertian dan Contoh Kalimat Majemuk Bertingkat | Admin | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You must be logged in to post a comment.