Teknik Budidaya Strawberry Yang Berkualitas



Pin It


budidaya strawberryStrawberry yang kita temukan di pasar swalayan adalah hibrida yang dihasilkan dari persilangan F. virgiana L. var Duchesne asal Amerika Utara dengan F. chiloensis L. var Duchesne asal Chili. Persilangan itu menghasilkan hibrid yang merupakan strawberry modern (komersil) Fragaria x annanassa var Duchesne. Varitas strawberry introduksi yang dapat ditanam di Indonesia adalah Osogrande, Selva, Ostara, Tenira, Robunda, Bogota, Elvira, Grella dan Red Gantlet. Di Cianjur ditanam varitas Hokowaze asal Jepang yang cepat berbuah. Petani Lembang (Bandung) yang sejak lama menanam strawberry , menggunakan varitas lokal Benggala dan Nenas yang cocok untuk membuat makanan olahan dari strawberry seperti selai.
Teknik Budidaya Strawberry Yang Berkualitas
Tanaman strawberry membutuhkan lingkungan tumbuh bersuhu dingin (sejuk) dan lembap. Meskipun demikian, tanaman strawberry mempunyai kemampuan berdaptasi yang cukup luas, yakni dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik pada daerah-daerah yang mempunyai kondisi iklim sebagai berikut.

a.       Suhu udara optimum antara 17oC – 20oC dan suhu udara minimum antara 4oC – 5oC.
b.      Kelembaban udara (Rh) 80% – 90%
c.       Penyinaran matahari 8 – 10 jam per hari.
d.      Curah hujan berkisar antara 600 mm – 700 mm per tahun.

Untuk daerah beriklim tropis seperti Indonesia, keadaan suhu udara dan curah hujan antar daerah bervariasi. Perbedaan suhu udara dipengaruhi oleh tingginya suatu tempat dari permukaan laut (Della Red, 1981).
Buah strawberry tidak mempunyai ketahanan yang tinggi, dia mudah membusuk apabila tidak dimasukkan dalam lemari pendingin. Selain tidak tahan lama, buah strawberry mengalami kerusakan pada penanganan pascapanen selama proses pengangkutan dan penyimpanannya.
Tingkat kerusakan buah dipengaruhi oleh difusi gas ke dalam dan luar buah yang terjadi melalui lentisel yang tersebar di permukaaan buah. Difusi gas tersebut secara alami dihambat dengan lapisan kulit yang sangat mudah membusuk yang dilakukan pada saat penanganan pasca panen. Oleh karena itu diperlukan upaya untuk menambah bahan pelapis yang dapat mengurangi difusi gas.
Buah strawberry termasuk komoditas ringkih (perishable), sehingga pada saat pascapanen diperlukan cara penanganan yang memadai untuk mempertahankan kualitas, daya simpan, dan daya gunanya. Penanganan pascapanen adalah tahap-tahap kegiatan usaha tani sejak pemanenan hingga siap dipasarkan  atau di konsumsi.
 Menurut Winarno dan Wirakartakusumah (1981), usaha yang dilakukan untuk mencegah kerusakan pasca panen sekaligus mempertahankan umur simpan akibat laju respirasi dan transpirasi antara lain dengan penggunaan suhu rendah (pendinginan), modifikasi atmosfer ruang simpan, pemberian bahan kimia secara eksogen, pelapisan lilin, dan edible coating. Pelapisan lilin merupakan teknik penundaan kematangan yang sudah dikenal sejak abad XII. Lilin yang digunakan dapat berasal dari berbagai sumber seperti dari tanaman, hewan, mineral, maupun lilin sintetis.
Proses pelapisan lilin sering dikombinasikan dengan fungisida untuk mengendalikan pembusukan pada buah selama penyimpanan. Fungisida dapat diberikan dengan cara mencelup buah sebelum diberi lapisan lilin. Menurut Eckert (1996) penggunaan benlate dengan konsentrasi rendah tidak mempengaruhi rasa dan sekaligus dapat berfungsi sebagai bahan anti bopeng sehingga penampakan buah lebih baik. Penelitian ini tidak digunakan fungisida karena strawberry merupakan buah yang dapat dimakan langsung semua bagian buahnya sehingga tidak perlu ditambahkan fungisida.
Buah strawberry merupakan buah yang rentan dengan penurunan kualitas, untuk itu harus benar-benar memperhatikan berbagai aspek dalam penanganan strawberry. Salah satu cara untuk memperpanjang masa simpan dan mempertahankan kesegaran buah strawberry adalah dengan pelapisan lilin pada permukaan buah. Pelapisan lilin pada buah strawberry bertujuan untuk mencegah terjadinya penguapan air sehingga dapat memperlambat kelayuan, menghambat laju respirasi, dan mengkilapkan kulit buah sehingga menambah daya tarik bagi konsumen. Pelapisan lilin dengan kepekatan dan ketebalan yang sesuai dapat menghindarkan keadaan aerobik pada buah dan memberikan perlindungan yang diperlukan terhadap luka/goresan pada permukaan buah (Pantastico, 1986).
    Cara PanenAda teknik khusus pemanenan stroberri agar tanaman dan buah tidak rusak. Caranya, buah di petik bersama tangkai buah dan kelopaknya dengan tangan secara hati-hati atau dengan gunting.
Buah yang dipetik sebaiknya sudah tua. Buah muda yang warnanya masih hijau keputih-putihan dan besar jangan dipetik. Hal ini dikarenakan rasanya asam, walaupun setelah diperam warnanya bisa menjadi merah.
Strawberry mudah rusak setelah di panen. Bila terkena gesekan sedikit atau ada bekas kuku dikulit, buah menjadi bonyok. Untuk mengatasi kerusakan buah, hasil panen ditampung dalam tray plastik.
 Pasca Panen
Pasca panen adalah suatu proses perlakuan pada buah-buahan setelah proses pemanenan. Dengan tujuan agar dapat mempertahankan mutu dari buah tersebut, sehingga dapat menambah pengahasilan dari petani itu sendiri.
Adapun tahapan-tahapan Pasca panen yaitu :
a.    Pengumpulan
b.    Penyortiran dan penggolongan
c.    Pengemasan dan Penyimpanan.
  Pengumpulan.
Pengumpulan adalah suatu proses pasca panen, yaitu dengan menempatkan buah hasil panen pada suatu tempat. Sehingga dapat memudahkan melaksanakan tahapan pasca panen selanjutnya. Sebaiknya buah disimpan dalam suatu wadah dengan hati-hati agar tidak memar. Simpan di tempat teduh atau dibawa langsung ke tempat penampungan hasil dan hamparkan buah di atas lantai beralas terpal atau plastik. Kemudian cuci buah dengan air mengalir dan tiriskan di atas rak-rak penyimpanan.
      Penyortiran dan Penggolongan.
Penyortiran adalah tahapan pasca panen dengan memisahkan buah yang rusak dari buah yang baik. Sehingga dalam proses penentuan mutu dan harga jual akan lebih mudah dan akan lebih menguntungkan para petani buah. Penyortiran buah berdasarkan pada varietas, warna, ukuran, dan bentuk buah. Terdapat 3 kelas kualitas buah, yaitu:
o   Kelas Ekstra. Buah berukuran 20-30 mm atau tergantung spesies, warna, dan kematangan buah seragam.
o   Kelas I. Buah berukuran 15-25 mm atau tergantung spesies,  bentuk, dan warna buah bervariasi.
o   Kelas II. Tak ada batasan ukuran buah, sisa seleksi kelas ekstra dan kelas I yang masih dalam keadaan baik.

   Pengemasan dan Penyimpanan.Pengemasan adalah proses dimana buah dimasukkan kedalam wadah untuk lebih memudahkan pengangkutan, tahapan penyimpanan dan untuk menambah daya tarik konsumen. Sedangkan penyimpanan adalah proses agar dapat mempertahankan mutu buah saat sampai ditangan konsumen. Dalam proses pengemasan strawberry ini bisa dikemas dalam wadah plastik transparan atau putih, dengan kapasitas 0,25-0,5 kg dan ditutup dengan plastik lembar polietilen. Sedangkan untuk penyimpanan, diletakkan pada rak dalam lemari pendingin dengan suhu  0-10oC.
Hati-hati dalam menyimpan buah ini, karena strawberry yang sudah mulai busuk dapat menular dengan sangat cepat ke strawberry lain yang disimpan bersamaan. Strawberry dapat tahan 4 hari di lemari es. Tetapi di freezer, buah ini bisa bertahan selama 1 bulan dengan cara penyimpanan yang benar. Atur strawberry secara satu-satu terpisah, lalu bekukan. Setelah beku, siram dengan air dan masukkan ke dalam plastik, lalu bekukan kembali. Cara menyimpan seperti ini cocok untuk membuat juice.
Selama ini, banyak yang mengeluhkan buah yang dikirim sudah rusak sebelum tiba di tempatnya. Tentu bukan keuntungan yang akan didapat oleh petani. Terlebih buah strawberry yang tergolong jenis buah rentan kerusakan, karena tipisnya lapisan kulit. Namun hal itu bisa ditekan jika proses panen dan pasca panen diperhatikan dari awal.



Teknik Budidaya Strawberry Yang Berkualitas | Admin | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Must Read ...close